Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memuji angkatan bersenjata negaranya atas keberhasilan dalam meluncurkan serangan udara ke Israel pada pekan lalu.
Iran buka suara terkait ledakan yang bergema di beberapa kotanya, yang digambarkan oleh media sebagai serangan Israel. Ledakan itu disebut belum dapat dikonfirmasi berasal dari pihak asing, yang mengindikasikan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan pembalasan.
Israel dilaporkan telah meluncurkan rudal terhadap Iran. Serangan ini merupakan balasan usai Iran menembakkan sekitar 300 rudal dan drone pada beberapa waktu lalu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negara-negara Barat telah menerapkan standar ganda karena menentang Iran atas serangan terhadap Israel, namun tidak mengutuk Israel yang menargetkan konsulat Iran di ibu kota Suriah.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disebut telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahwa AS tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa wilayah Timur Tengah berada di ambang kehancuran, usai Iran meluncurkan serangan udara ke Israel.
Otoritas keamanan perbatasan Moldova mengatakan bahwa mereka telah menemukan kepingan drone Shahed buatan Iran yang diduga milik Rusia di wilayah perbatasan dengan Ukraina.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, menyampaikan tawaran beasiswa doktoral bidang pertahanan dari pemerintah Iran untuk para perwira TNI.
Otoritas Iran kembali membantah bahwa pihaknya telah memasok rudal balistik ke Rusia, dengan alasan Iran secara moral wajib menghindari penjualan senjata agar tidak memperburuk konflik yang telah berlangsung selama dua tahun.
Iran dikabarkan telah memasok Rusia sekitar 400 rudal yang sebagian besarnya merupakan senjata balistik jarak pendek sejenis Fateh-110 dan Zolfaghar. Rudal ini mampu menyerang target pada jarak hingga 700 km.
International Atomic Energy Agency (IAEA), sebuah badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, Iran terus melakukan pengayaan uranium di ambang batas yang ditentukan untuk kebutuhan tenaga nuklir.
Iran meluncurkan dua persenjataan baru yaitu sistem rudal anti-balistik 'Arman' dan sistem pertahanan udara ketinggian rendah 'Azarakhsh' sebagai upaya untuk meningkatkan kapabilitas militer.
Amerika Serikat (AS) melakukan serangan siber terhadap kapal militer Iran yang telah mengumpulkan data intelijen terkait keberadaan kapal kargo di Laut Merah dan Teluk Aden.