Jaringan kabel internet bawah laut yang krusial bagi Taiwan diduga telah dipotong oleh kapal milik Cina. Hal tersebut dikhawatirkan menjadi langkah awal dari eskalasi lebih lanjut Cina terhadap Taiwan yang menolak reunifikasi.
Sebuah badan intelijen geospasial bernama BlackSky menunjukkan hasil citra satelit bahwa Cina membangun pangkalan Angkatan Laut rahasia di lepas pantai Ream, Kamboja. Hal itu menjadi bukti ambisi Cina untuk memperluas pengaruhnya di Kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-Yeol mengatakan bahwa kerja sama trilateral antara Jepang dengan Amerika Serikat (AS) harus semakin dipererat di tengah meningkatnya ancaman aktivitas nuklir Korea Utara (Korut).
Intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Pemerintah Cina sedang mempertimbangkan untuk memasok bantuan senjata seperti pesawat nirawak dan amunisi ke Rusia. Menurut penelitian tersebut, negosiasi harga antara Cina dan Rusia sedang berlangsung terkait persenjataan yang akan dikirim.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut proposal Cina untuk gencatan senjata dengan Rusia. Ia pun ingin bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping terkait rencana perdamaian tersebut.
Saat Cina membangun lebih banyak armada dan meningkatkan kekuatan militernya, timbul urgensi bagi AS untuk melakukan hal yang sama. Sebagai dua negara yang bersaing, AS dinilai masih harus mengejar pembangunan kapal laut yang lebih sedikit dibanding Cina.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengadopsi pendekatan kebijakan luar negri berupa mencari aliansi dan memulihkan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) karena adanya ketegangan yang meningkat dengan Cina. Selain memulai kembali patroli bersama, Filipina memberikan akses kepada AS untuk menghidupkan kembali industri pertahanannya di bekas pangkalan Angkatan Laut di Teluk Subic.
Cina mengecam klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Pemerintahan Xi Jinping sedang mempertimbangkan untuk mengirim senjata serta amunisi ke Rusia dalam konflik di Ukraina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan bahwa AS lah yang selalu memasok persenjataan ke medan perang.
Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken peringatkan Menlu Cina Wang Yi untuk tidak memberikan bantuan material ke Rusia yang melakukan invasi di Ukraina. Blinken menjelaskan akan ada konsekuensi yang harus diterima oleh Cina, atau negara yang memutuskan untuk membantu Rusia.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa AS sedang mengembangkan aturan yang lebih tegas untuk melacak dan memantau objek udara tidak dikenal. Hal ini dilakukan setelah beberapa objek ditemukan yang salah satunya disebut sebagai balon pengintai milik Cina.
Cina klaim Amerika Serikat (AS) telah menerbangkan balon pengintai di wilayahnya melintasi Xinjiang. Cina bahkan menegaskan tidak segan mengambil langkah-langkah serupa seperti yang dilakukan AS, yakni menjatuhkan objek yang dianggap merusak kedaulatan Cina tersebut.
Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan komponen elektronik kunci dari puing-puing balon pengintai Cina seperti sensor utama yang diduga digunakan untuk pengumpulan data intelijen dan sebagian besar struktur objek.
Amerika Serikat (AS) tidak berencana untuk mengembalikan puing-puing balon pengintai yang telah ditembak jatuh karena akan diteliti lebih lanjut oleh para teknisi. Sementara itu, Cina menganggap AS bertindak berlebihan dan meminta balon udaranya dikembalikan.
Amerika Serikat (AS) telah menembak jatuh balon udara pengintai Cina yang diklaim mengincar situs militer. Jet tempur F-22 menembak balon ini hingga jatuh ke perairan sedalam 14 meter di lepas pantai Myrtle, Carolina Selatan.
Sebuah balon udara pengintai yang diduga milik Cina, terdeteksi terbang melintasi wilayah udara Amerika Serikat (AS). Namun, Kementrian Pertahanan AS memutuskan untuk tidak menembak jatuhnya karena dikhawatirkan puing-puing tembakan dapat mengancam keselamatan.