Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim pihaknya telah menembak jatuh 20 drone Ukraina yang diluncurkan di Semenanjung Krimea pada beberapa waktu lalu. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pihak berwenang Ukraina telah memerintahkan evakuasi wajib terhadap hampir 12.000 warga sipil dari 37 kota maupun desa. Langkah itu dilakukan karena Rusia telah meningkatkan serangan untuk merebut wilayah sepanjang perbatasan.
Seorang staff pemerintahan Jerman yang bekerja untuk sebuah badan pengadaan militer telah ditangkap karena dicurigai menjadi mata-mata Rusia. Pria yang tidak disebutkan namanya itu diduga memberikan informasi rahasia kepada intelijen Rusia.
Badan intelijen dalam negeri Ukraina mengatakan bahwa mereka telah menahan seorang perempuan yang diduga mengumpulkan informasi tentang rencana perjalanan Presiden Volodymyr Zelensky dan tentang fasilitas militer Ukraina ke Rusia beberapa waktu lalu.
Amerika Serikat (AS) mengirim empat kapal perang Angkatan Laut serta pesawat pengintai usai beberapa kapal militer Cina dan Rusia melalukan patroli gabungan di sekitar Alaska pada beberapa waktu lalu.
Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko mengatakan bahwa rudal Rusia telah menghantam pemukiman di Kota Pokrovsk, Ukraina bagian timur pada beberapa waktu lalu. Sebanyak 5 orang tewas dan 31 luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Kementerian Pertahanan (Mehan) Rusia menyebut telah mengerahkan jet tempur Su-30 untuk mencegat drone militer Reaper MQ-9 milik Amerika Serikat (AS) yang disebut mengudara di sekitar Laut Hitam pada beberapa waktu lalu.
Sebuah penelitian yang dilakukan Yale University mengungkapkan bahwa warga sipil Ukraina yang tinggal di wilayah pendudukan Rusia, telah dipaksa menjadi warga negara Rusia. Penelitian itu mengatakan jika warga Ukraina, menolak maka mereka akan dideportasi atau dijebloskan ke tahanan.
Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak menuduh Rusia sebagai dalang kudeta di Nigeria yang telah berlangsung selama seminggu terakhir. Menurutnya, keterlibatan itu merupakan 'taktik' Rusia untuk mengalihkan konflik.
Pasukan Ukraina mengatakan bahwa upaya serangan balasan terhadap Rusia nyatanya lebih sulit dari yang diharapkan. Serangan itu disebut 'pelan tapi pasti' dalam merebut kembali wilayah Ukraina selama beberapa minggu terakhir.