Rusia merayakan Hari Angkatan Laut dengan menggelar parade skala besar yang melibatkan berbagai kapal perang di Sungai Neva, St. Petersburg pada hari Minggu kemarin. Presiden yang juga Panglima tertinggi Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa perayaan tahun ini menunjukkan kekuatan maritim negaranya yang terus berkembang.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa sebanyak tiga drone Ukraina menargetkan Ibu Kota Moskow pada hari inggu kemarin. Beberapa jam usai serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya kini telah semakin kuat.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak menolak pembicaraan damai dengan Ukraina. Namun, serangan yang terus berlangsung dari Ukraina mempersulit keadaan untuk merealisasikan dialog perdamaian tersebut.
Pihak intelijen Amerika Serikat (AS) merilis sebuah laporan yang mengatakan bahwa Cina berperan penting bagi Rusia sebagai pemasok berbagai teknologi militer untuk digunakan dalam ‘operasi khusus’ di Ukraina. Cina juga disebut telah membantu pemerintahan Putin dalam menghindari sanksi yang ditetapkan oleh negara-negara barat.
Ukraina mengklaim bahwa pihaknya telah melancarkan serangan balasan skala besar terhadap pasukan Rusia. Serangan itu difokuskan untuk merebut kembali wilayah bagian tenggara Ukraina.
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menerima kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu di Pyongyang pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Kim memamerkan berbagai alat utama sistem persenjataan seperti rudal balistik jarak jauh tercanggih Korut.
Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu melakukan pertemuan dengan Menhan Korea Utara (Korut) Kang Sun Nam di Pyongyang pada beberapa waktu lalu. Pertemuan itu merupakan wujud Rusia dalam memperkuat hubungan kerja sama militer dengan Korut.
Pemerintahan Rusia mengklaim bahwa Ukraina telah meluncurkan bom cluster yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) pada beberapa waktu lalu. Penggunaan bom itu dikecam sebagai teror dan melewati batas 'garis merah' di medan tempur.
Rusia disebut telah memperluas serangan ke sebuah tempat penyimpanan hasil pertanian di wilayah Odesa, Ukraina pada beberapa waktu lalu. Serangan itu menjadi serangkaian langkah konfrontatif Rusia yang dilakukan usai keluar dari kesepakatan ekspor biji-bijian di Laut Hitam.
Otoritas di Ukraina Selatan mengatakan bahwa Rusia kembali melakukan serangan udara terhadap kota pelabuhan Mykolaiv pada kemarin malam. Serangan itu melukai 19 warga sipil dan beberapa fasilitas umum.