Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan mempertimbangkan rencana mengirim senjata ke Ukraina usai Korea Utara (Korut) dan Rusia menandatangani 'Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif'.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyoroti perjanjian pertahanan yang disepakati oleh Rusia dengan Korea Utara (Korut), yang menurutnya menunjukkan upaya negara-negara otoriter untuk terus memperkuat kerja sama.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menandatangani 'Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif' di Pyongyang pada Rabu (19/6).
Presiden Rusia Vladimir Putin telah tiba di Vietnam untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara tersebut pada Kamis (20/6), usai menyepakati perjanjian pertahanan dengan Korea Utara (Korut).
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, dalam kunjungannya ke Pyongyang pada Rabu (19/6).
Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatirannya atas hubungan antara Rusia dan Korea Utara (Korut) yang semakin erat, ditandai dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.
Pemerintah Korea Utara (Korut) mengkritik Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Ukraina yang akan diselenggarakan di Swiss pada akhir pekan ini, dengan menyebutnya sebagai “pertemuan konspirasi berdalih perdamaian”.
Otoritas militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa pihaknya telah melepaskan tembakan peringatan usai sekitar 20 tentara Korea Utara (Korut) melintasi perbatasan antar-Korea pada beberapa waktu lalu.
Korea Utara (Korut) memperingatkan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika Korea Selatan (Korsel) terus menyiarkan propaganda melalui pengeras suara di wilayah perbatasan maupun menyebarkan balon pembawa sampah.
Korea Utara (Korut) kembali mengirimkan balon pembawa sampah ke Korea Selatan (Korsel). Hal itu ditanggapi Korsel dengan menyiarkan propaganda anti-Pyongyang melalui puluhan pengeras suara yang dipasang di wilayah perbatasan antara kedua negara.
Korea Selatan (Korsel) berencana untuk sepenuhnya menangguhkan perjanjian militer dengan Korea Utara (Korut) yang dibuat pada tahun 2018, usai insiden pengiriman ribuan balon pembawa sampah selama beberapa hari terakhir.
Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara (Korut) Kim Kang Il mengatakan pihaknya akan berhenti mengirim balon pembawa sampah ke Korea Selatan (Korsel). Menurutnya, tindakan itu sudah cukup memberikan rasa tidak nyaman bagi negara tetangganya tersebut.
Badan intelijen Amerika Serikat (AS) merilis sebuah laporan analisis yang mengkonfirmasi bahwa Rusia menggunakan rudal balistik Korea Utara (Korut) dalam konflik bersenjata dengan Ukraina.
Korea Utara (Korut) meluncurkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur, sehari setelah mengirimkan lebih dari 200 balon berukuran besar yang berisikan sampah ke Korea Selatan (Korsel).
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menekankan pentingnya sistem pengintaian luar angkasa untuk pertahanan nasional dan akan terus mengembangkan kemampuan tersebut.