
Hamas Tuduh Israel Berniat Gagalkan Kesepakatan Gaza
Hamas menyatakan bahwa Israel sengaja terus melakukan serangan di Jalur Gaza guna menggagalkan kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat (AS).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Hamas menyatakan bahwa Israel sengaja terus melakukan serangan di Jalur Gaza guna menggagalkan kesepakatan yang dicapai dengan Amerika Serikat (AS).

Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit alQusyar, Lebanon Selatan. Akibatnya, satu prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka. Kemudian dalam 24 jam, insiden kedua menyusul pada 30 Maret 2026 ketika sebuah ledakan menghantam konvoi kendaraan UNIFIL di dekat Bani Hayyan, menyebabkan dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka. Pasukan TNI kembali menjadi sasaran pada insiden ketiga yang terjadi pada 3 April 2026, ketika sebuah ledakan terjadi di dalam pos UNIFIL di El Adeisse yang melukai tiga anggota TNI.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan Israel yang terus berlanjut di bagian selatan, yang dapat merusak implementasi kerangka kerja kesepakatan damai antara kedua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk bertindak guna menghentikan serangan terhadap rakyat di Tepi Barat, yang diduduki Israel.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa perdamaian dengan Amerika Serikat (AS) bergantung pada penghentian serangan Israel terhadap Lebanon.

Lebanon dan Israel telah berunding mengenai rencana untuk membentuk zona percontohan di Lebanon Selatan, wilayah yang diduduki Pasukan Bersenjata Israel (IDF).

Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa sekitar 67 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat penggusuran oleh militer Israel di Tepi Barat yang diduduki sepanjang bulan ini.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan proses diplomatik dengan Amerika Serikat (AS). Namun, AS harus serius menghormati kesepakatan dan memastikan Israel mematuhi ketentuan dalam Nota Kesepahaman (MoU).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".

TNI Angkatan Darat menggelar diskusi strategis bertajuk "Pelibatan Kecabangan dalam Perang Modern" di Makodiklatad, Bandung, Jawa Barat. Forum akademik ini membedah studi kasus konflik Rusia-Ukraina serta dinamika Israel-Iran sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan doktrin, pendidikan, dan kesiapan operasional TNI AD.