Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengapresiasi suksesnya pemerintah memulangkan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dari penahanan militer Israel.
WNI yang tergabung dalam relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah berada di Istanbul, Turki pada Jumat (22/5). Mereka membenarkan bahwa adanya tindak kekerasan fisik selama ditahan oleh Israel.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan bahwa sekitar 44 orang aktivis Global Sumud Flotilla 2.0, armada kemanusiaan yang berupaya menyalurkan bantuan menembus blokade Israel di Gaza, akan dibebaskan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya berhak untuk mencegah Global Sumud Flotilla, para relawan kemanusiaan yang berusaha menembus blokade Israel di Gaza.
Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap insiden penahanan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Dubes Iran untuk PBB Amir Saeid menyatakan bahwa agresi dan pelanggaran Israel di Timur Tengah memicu erosi hukum internasional. Ia menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menuntut pertanggungjawaban atas Kekerasan tersebut.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem Hizbullah menolak negosiasi langsung dengan Israel dan menguraikan lima poin guna menyelesaikan konflik. Ia menegaskan, pihaknya akan melanjutkan “perlawanan defensif” dan tidak akan melucuti senjata.
Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, mengecam keras tindakan tentara Israel yang memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di area Rumah Sakit Indonesia di Jabalia, Gaza Utara.