
Presiden Rusia dan Korut Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pertahanan
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, dalam kunjungannya ke Pyongyang pada Rabu (19/6).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, dalam kunjungannya ke Pyongyang pada Rabu (19/6).

Amerika Serikat (AS) menyuarakan kekhawatirannya atas hubungan antara Rusia dan Korea Utara (Korut) yang semakin erat, ditandai dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Pyongyang untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Korea Utara (Korut) untuk pertama kalinya dalam 24 tahun pada Rabu pagi waktu setempat, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kedua negara.

Ukraina menolak persyaratan gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyebutnya sebagai hal yang “tidak masuk akal”.

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan gencatan senjata dan melakukan perundingan damai jika Ukraina membatalkan ambisi NATO dan menarik pasukannya dari empat wilayah.

Jerman akan membentuk model wajib militer baru yang berfokus untuk meningkatkan jumlah partisipan di tengah kekhawatiran akibat perang Rusia di Ukraina.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya akan keluar dari blok keamanan yang dipimpin Rusia, Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan bahwa pasukannya bersama Belarusia menggelar latihan nuklir non-strategis gabungan tahap kedua di Moskow.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Ukraina mengklaim telah berhasil meluncurkan serangan udara dan menghancurkan pesawat tempur ultra-modern Rusia Su-57, yang berada di Pangkalan Udara Akhtubinsk di Astrakhan, Rusia.

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk menang atas Ukraina. Sebab menurutnya, kekuatan dan efektifivitas tempur pasukan militer Rusia terus meningkat.