Khawatir Perang, Jerman akan Bentuk Wajib Militer Model Baru

Jakarta, IDM - Jerman akan membentuk model wajib militer baru yang berfokus untuk meningkatkan jumlah partisipan di tengah kekhawatiran akibat perang Rusia di Ukraina.
Rencana itu merupakan bagian dari peralihan Jerman menuju kebijakan luar negeri dan pertahanan yang lebih kuat, yang disebut oleh Kanselir Olaf Scholz sebagai "Zeitenwende" atau "pergantian era".
Baca Juga: Amerika Serikat akan Kirim Hampir 2000 Personel untuk Ikut Super Garuda Shield 2024
Dilansir dari Reuters, Kamis (13/6), Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorus mengatakan bahwa semua pria akan diwajibkan mengisi kuesioner untuk mengukur kesesuaian dan minat mereka dalam dinas militer setelah berusia 18 tahun. Sedangkan bagi perempuan bersifat opsional.
“Mereka yang paling cocok dan termotivasi harus dipilih untuk dinas militer,” kata Pistorius.
Model baru ini bertujuan agar Jerman dapat menambah 200.000 tentara cadangan di beberapa tahun pertama hingga akhirnya bertambah lebih dari dua kali lipat dari jumlah saat ini.
Baca Juga: Armenia Berencana Keluar dari Aliansi Keamanan yang Dipimpin Rusia
Sebelumnya, Pistorius pernah mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk Jerman menjadi negara yang siap perang. Sebab, banyak perang Rusia dikhawatirkan dapat meluas melibatkan negara-negara NATO.
“Tidak masalah apakah kita memperlengkapi angkatan bersenjata kita dengan lebih baik… prinsip pencegahan hanya akan berhasil jika kita memiliki cukup tentara yang pada akhirnya bisa membela negara,” Pistorius. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































