
Tiga Orang Tewas Akibat Serangan Houthi di Saudi
Otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa tiga orang tewas dan 36 lainnya luka-luka akibat serangan rudal di dua bandara. Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa tiga orang tewas dan 36 lainnya luka-luka akibat serangan rudal di dua bandara. Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pemerintah Yaman menyatakan bahwa Houthi telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandara Internasional Aden pada Rabu (7/10) pagi waktu setempat.

Otoritas Arab Saudi mengatakan bahwa tiga orang terluka akibat serangan yang menargetkan dua bandara yakni Bandara Internasional Raja Abdullah bin Abdulaziz di Jazan dan Bandara Internasional Najran.

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat untuk mengaktifkan "komitmen pertahanan kolektif" berdasarkan pakta pertahanan bersama dan mengerahkan pasukan ke Saudi, yang tengah menghadapi ancaman Houthi.

Yaman akan meluncurkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi sekaligus memulihkan otoritas negara di seluruh wilayah.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberi dukungan militer berupa "pengisian bahan bakar udara-ke-udara defensif" kepada Arab Saudi, yang tengah berkonflik dengan Houthi.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, menyatakan negaranya siap untuk memenuhi kebutuhan militer Arab Saudi, yang tengah berkonflik dengan Houthi. Kemungkinan itu berdasarkan atas komitmen Pakta Pertahanan Makkah.

Konflik yang berkecamuk antara Houthi dengan pasukan militer Pemerintah Yaman telah menyebabkan sekitar 125.000 orang terpaksa mengungsi sejak awal September 2026.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa operasi militer di Yaman berlangsung sukses. Ia mengklaim telah merebut enam distrik dari pihak lawan, yakni pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sekaligus koalisi pimpinan Arab Saudi.

Wakil Tetap Yaman untuk PBB Abdullah Ali Fadhel al-Saadi, memperingatkan bahwa kelompok Houthi terus melakukan eskalasi militer yang membahayakan keamanan regional dan berupaya memaksakan realitas baru di Laut Merah.