
Netanyahu Peringatkan Houthi akan 'Bayar Mahal' Usai Serang Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan Houthi bahwa kelompok militan itu akan membayar "harga yang mahal" usai meluncurkan serangkaian serangan udara ke Israel.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan Houthi bahwa kelompok militan itu akan membayar "harga yang mahal" usai meluncurkan serangkaian serangan udara ke Israel.

Otoritas Houthi menegaskan pihaknya akan terus menyerang Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina meskipun serangan udara Israel ke Yaman terus meningkat.

Kelompok militan Houthi mengklaim telah meluncurkan rudal balistik hipersonik yang dikenal sebagai 'Palestine 2' dan menyerang fasilitas militer Israel di Jaffa, Israel tengah pada beberapa waktu lalu.

Houthi, kelompok milisi yang pro-Iran mengklaim telah meluncurkan dua rudal ke Jaffa, kota di Israel bagian tengah dalam memperingati setahun perang di Gaza.

Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara terhadap sistem senjata, markas dan peralatan militer lain milik Houthi di Yaman pada beberapa waktu lalu.

Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa drone MQ-9 Reaper miliknya jatuh di Yaman pada Senin (18/9), usai Houthi mengklaim berhasil menembak jatuh drone tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya akan menjatuhkan "harga mahal" kepada Houthi setelah meluncurkan rudal ke Israel bagian tengah untuk pertama kalinya.

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 buatan Amerika Serikat (AS) yang terbang di negaranya.

Israel mengklaim telah menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan Houthi dari Yaman pada Minggu pagi waktu setempat. Rudal itu menargetkan Kota Eliat di Israel bagian selatan.

Houthi meluncurkan sebuah pesawat nirawak atau drone buatan Iran ke Tel Aviv, Israel untuk pertama kalinya dan menyebabkan satu orang tewas serta 10 orang lainnya terluka.