AS Akui Drone MQ-9 Reaper Jatuh di Yaman

Jakarta, IDM – Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa drone MQ-9 Reaper miliknya jatuh di Yaman pada Senin (18/9), usai Houthi mengklaim berhasil menembak jatuh drone tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Pers Kementrian Pertahanan (Kemhan) AS Mayjen Pat Ryder dalam konferensi pers pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bakar Honai, Warga Distrik Sugapa Ikrar Lawan OPM
Ia mengatakan bahwa pihaknya terus menyelidiki jatuhnya drone tanpa menjelaskan lebih lanjut. Namun, ia menyebut klaim Houthi yang menembak jatuh 10 drone MQ-9 Reaper AS sejak konflik pecah antara Israel-Hamas tidaklah akurat.
"Secara umum, untuk alasan keamanan operasi, saya tidak akan dapat memberikan angka yang spesifik. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa angka itu (10 drone) tidak akurat. Terlalu tinggi," ujarnya melansir Defense.gov, laman Kemhan AS, Kamis (19/9).
"(Tapi) saya akan mengatakan, kami dapat mengonfirmasi bahwa kemarin sebuah MQ-9 jatuh di sekitar Yaman. Hal itu sedang diselidiki, tetapi saya tidak memiliki rincian tambahan untuk dibagikan," tambahnya.
Baca Juga: Presiden Ukraina Sebut ‘Rencana Kemenangan’ Telah Rampung
Sejak Houthi merebut Ibu Kota Sana, Yaman, pada tahun 2014, militer AS telah berupaya memantau fasilitas mereka dengan drone yang dapat terbang pada ketinggian hingga 50.000 kaki (sekitar 15.240 meter) tersebut.
Sementara, sejak perang di Gaza, Houthi melancarkan dukungannya terhadap Hamas dengan menyerang puluhan kapal dagang, yang diklaim menuju Israel. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































