Jakarta, IDM โย Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya akan menjatuhkan “harga mahal” kepada Houthi setelah meluncurkan rudal ke Israel bagian tengah untuk pertama kalinya.
Dilansir dari Reuters, Senin (16/9), juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan mereka menyerang Israel dengan rudal balistik hipersonik baru yang menempuh jarak 2.040 km hanya dalam waktu 11 1/2 menit.
Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Luncurkan 8.060 Drone Shahed Selama 2 Tahun Perang
Sementara, otoritas militer Israel melaporkan rudal itu berhasil dicegat sekitar pukul 06.35 waktu setempat pada hari Minggu (15/9), usai sirene serangan udara berbunyi untuk memperingatkan warga berlindung. Puing-puing rudal disebut jatuh di sebuah ladang dan dekat stasiun kereta api di Israel bagian tengah, dan tidak ada korban jiwa.
Menanggapi serangan tersebut, dalam rapat kabinet Netanyahu menegaskan bahwa Houthi seharusnya tahu, serangan rudal itu akan ditanggapi Israel dengan “harga yang mahal”.
“Kami tengah terlibat dalam kampanye multi-front melawan poros kejahatan Iran, yang berusaha menghancurkan kami,” kata Netanyahu melansir Gov.il, laman pemerintah Israel.
Baca Juga: Terlibat Spionase, Rusia akan Usir Enam Diplomat Inggris
“Houthi meluncurkan rudal permukaan-ke-permukaan dari Yaman ke wilayah kami. Mereka seharusnya tahu bahwa kami akan membayar harga yang mahal untuk setiap upaya menyerang kami,” tambahnya.
Houthi telah berulang kali menembakkan rudal dan drone ke Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina, sejak perang di Gaza pada bulan Oktober tahun lalu. Namun, ini kali pertama rudal Houthi mencapai Israel bagian tengah dekat Tel Aviv. (bp)