
AS Klaim Hancurkan Aset Militer Houthi di Yaman
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengatakan bahwa mereka berhasil menghancurkan aset militer kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengatakan bahwa mereka berhasil menghancurkan aset militer kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman.

Kelompok militan Houthi yang bermarkas di Yaman mengatakan bahwa pihaknya akan menargetkan kapal-kapal yang menuju pelabuhan Israel di wilayah mana pun yang berada dalam jangkauan mereka.

Kapal perusak Angkatan Laut Inggris, HMS Diamond telah menembak jatuh sebuah rudal yang ditembakkan oleh kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman pada beberapa waktu lalu.

Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris kembali melancarkan serangan terhadap target-target Houthi di wilayah Yaman. Serangan itu menargetkan kota pelabuhan dan kota kecil, yang menewaskan 11 orang.

Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan udara yang menghancurkan empat kapal nirawak dan tujuh rudal anti kapal milik militan Houthi di Yaman.

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan udara yang menghancurkan pusat kendali darat pesawat nirawak milik militan Houthi di Yaman.

Amerika Serikat (AS) kembali menembak rudal anti-kapal Houthi yang akan diluncurkan ke Teluk Aden. Tindakan itu diklaim sebagai bentuk membela diri dan menjaga pertahanan.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan bahwa serangan negaranya terhadap fasilitas militer Houthi di Yaman merupakan tindakan bela diri pada beberapa waktu lalu.

Kelompok militan Houthi Yaman telah berulang kali melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersil di Laut Merah. Houthi beralasan, kapal-kapal yang menjadi target itu berafiliasi atau menuju ke Israel.

Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengatakan bahwa kapal perang mereka telah menembak jatuh total 15 drone di Laut Merah. Drone itu diluncurkan oleh militan Houthi dan menargetkan kapal-kapal yang berlayar menuju Israel.