
ASEAN Desak AS-Iran Akhiri Konflik
ASEAN menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menahan diri dari saling serang dan menciptakan kondisi kondusif selama gencatan senjata menuju solusi damai.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

ASEAN menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menahan diri dari saling serang dan menciptakan kondisi kondusif selama gencatan senjata menuju solusi damai.

Iran akui telah meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz pada beberapa waktu lalu.

Amerika Serikat (AS) melakukan serangan terhadap Iran. Serangan ini diklaim sebagai bentuk bela diri atas serangan Iran ke kapal Angkatan Laut AS yang melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada beberapa waktu lalu.

Pakistan, selaku mediator, menyatakan optimis bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera mencapai kesepakatan. Hal itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengunjungi beberapa negara termasuk Cina.

Serangan udara Iran telah menyebabkan kerusakan pada 228 titik militer Amerika Serikat (AS) yang tersebar di negara-negara tetangga di Timur Tengah. Jumlah ini lebih banyak daripada yang diakui secara publik oleh para pejabat AS.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam merespon dampak konflik di Timur Tengah dan menghadapi berbagai tantangan di kawasan.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Airbus menandatangani Deklarasi Niat Bersama (Joint Declaration of Intent/JDI) untuk menjajaki kerja sama dalam memperkuat ekosistem kedirgantaraan nasional.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal komersil yang terdampar akibat blokade Iran di Selat Hormuz telah dihentikan sementara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bertemu Menlu Cina Wang Yi di Beijing pada Rabu (6/5). Pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait Selat Hormuz.

Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa Iran telah menyerang dengan rentetan rudal dan drone, yang menyebabkan kebakaran kilang minyak dan melukai tiga orang.