
Rusia-Ukraina Deklarasi Gencatan Senjata pada Hari Berbeda
Rusia dan Ukraina telah mengumumkan gencatan senjata. Namun, keduanya menetapkan tanggal yang berbeda untuk gencatan senjata tersebut.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Rusia dan Ukraina telah mengumumkan gencatan senjata. Namun, keduanya menetapkan tanggal yang berbeda untuk gencatan senjata tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Hal itu ia ungkapkan di tengah upaya diplomatik yang tak kunjung menghasilkan kesepakatan damai.

Militer Iran (Islamic Revolutionary Guards Corps/ IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) jika mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz, yang akan memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.

Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan misi yang mendukung kapal komersil untuk bebas melintasi Selat Hormuz di tengah gencatan senjata dengan Iran.

Serikat Jurnalis Palestina (The Palestinian Journalists Syndicate/PJS) mengatakan telah mencatat sekitar 300 pelanggaran dan serangan terhadap jurnalis Palestina sejak awal tahun 2026. Jumlah jurnalis yang tewas selama konflik telah mencapai 262 orang.

Kapal Induk USS Gerald R. Ford telah meninggalkan Timur Tengah setelah mendukung operasi gabungan terhadap Iran.

Amerika Serikat (AS) akan menarik 5.000 pasukannya dari Jerman. Hal itu dilakukan di tengah ketegangan antara kedua negara.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pihaknya tengah menghubungi delegasi Amerika Serikat (AS) guna mengklarifikasi rincian proposal gencatan senjata jangka pendek yang diusulkan Rusia.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa blokade maritim Amerika Serikat (AS) atas Iran "pasti akan gagal". Menurutnya, kekuatan asing di wilayah Teluk secara historis menyebabkan ketegangan dibanding perdamaian.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia memilih untuk tetap memberlakukan blokade maritim hingga Iran memenuhi tuntutan AS untuk berhenti mengembangkan nuklir.