
Konflik Gaza Wujud Kegagalan Komitmen Tegakkan Hukum Internasional
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan bahwa situasi di Gaza merupakan wujud kegagalan masyarakat internasional dalam menegakkan hukum internasional dan multilateralisme.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan bahwa situasi di Gaza merupakan wujud kegagalan masyarakat internasional dalam menegakkan hukum internasional dan multilateralisme.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi memperingatkan bahwa setiap serangan AS dan Israel terhadap Iran akan disambut dengan pembalasan yang lebih kuat.

Amerika Serikat (AS) melakukan serangan baru di Iran Selatan, menargetkan rudal dan kapal-kapal Teheran yang berupaya menyebar ranjau. Hal ini dilakukan di tengah perundingan damai.

Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima "tuntutan berlebihan" dari Amerika Serikat (AS) di tengah proses perundingan damai yang dimediasi Pakistan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa mewujudkan penarikan penuh Israel dari wilayah negaranya tetap menjadi prioritas nasional.

Pemerintah Malaysia siap menggugat Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) terkait tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap para relawan armada bantuan kemanusiaan ke Gaza, Global Sumud Flotilla 2.0.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa kemungkinan perundingan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat (AS) akan kembali dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa mereka tidak mencari konsesi dari Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan, Teheran ingin hak-haknya dipulihkan dan sanksi dicabut.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa aliansi itu secara bertahap mengurangi ketergantungan pada satu negara. Hal itu ia ungkapkan menjelang pertemuan para Menteri Luar Negeri NATO di Helsingborg, Swedia, Jumat (22/5).

WNI yang tergabung dalam relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah berada di Istanbul, Turki pada Jumat (22/5). Mereka membenarkan bahwa adanya tindak kekerasan fisik selama ditahan oleh Israel.