
Iran Jajaki Kerja Sama dengan Rusia Bangun Satelit Pengintai
Iran berencana melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk menjajaki kerja sama dalam membangun satelit pengintai baru yaitu Khayyam-2 dalam waktu dekat.
Arsip artikel dan kontribusi Bunga Permata di Indonesia Defense.

Iran berencana melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk menjajaki kerja sama dalam membangun satelit pengintai baru yaitu Khayyam-2 dalam waktu dekat.

Militer Israel telah membombardir Jalur Gaza dengan sekitar 6.000 bom yang berisi total 4.000 ton bahan peledak sejak berperang dengan Hamas pada Sabtu lalu.

Seorang personil Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengaku bersalah karena memberikan informasi militer sensitif ke Cina. Sebagai imbalannya, ia menerima suap senilai $15.000.

Pemimpin junta Niger menuntut perwakilan misi diplomatik PBB untuk meninggalkan negaranya dalam kurun waktu 72 jam. Hal itu dilakukan atas dasar tuduhan bahwa Niger tidak diikutsertakan dalam pertemuan tahunan PBB di New York pada bulan lalu.

Pasukan Perancis mulai menarik diri dari pangkalan militer di Kota Ouallam, Niger. Hal itu dilakukan sesuai permintaan dari pemimpin junta usai kudeta militer pada bulan Juli lalu.

Korea Utara (Korut) menyebut program satelit pengintai sangat diperlukan untuk melawan militerisasi ruang angkasa Amerika Serikat (AS). Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tempur nuklir dan mengamankan 'supremasi dunia'.

Menanggapi serangan udara Hamas terhadap Israel, Amerika Serikat (AS) mengerahkan USS Gerald R. Ford Carrier Strike Group (CSG) ke Mediterania Timur sebagai bentuk pencegahan pada beberapa waktu lalu. Kapal induk itu merupakan yang terbesar di dunia dan diklaim memiliki teknologi khususnya dalam hal kemampuan ofensif.

Israel mengumumkan bahwa pihaknya memberlakukan blokade total terhadap Jalur Gaza, termasuk larangan suplai makanan dan air, setelah Hamas melakukan serangan pada minggu lalu.

Iran dan Sudan sepakati langkah untuk memulihkan hubungan diplomatik usai tujuh tahun terputus. Kesepakatan itu diraih melalui proses diskusi kedua pihak yang cukup lama.

Cina memperingatkan bahwa Filipina telah melanggar kedaulatan wilayah dan hukum internasional dengan melakukan provokasi di Laut Cina Selatan. Tindakan itu disebutnya mengancam perdamaian dan stabilitas regional.