Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mendorong prajurit Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan atau Yon TP mendonorkan darah secara rutin ke masyarakat.
Markas Besar TNI menyatakan, lokasi pembangunan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan atau Yon TP ditentukan berdasarkan data dari pemerintah daerah setempat.
Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) berencana membentuk pasukan komponen cadangan (komcad) untuk program ketahanan pangan di Papua Selatan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membeberkan alasan mengapa Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) penting bagi wilayah pelosok.
Kehadiran Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) dinilai berdampak pada peningkatan beberapa aspek seperti penguatan ekonomi, kesehatan, pembangunan daerah, keamanan hingga sosial.
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (23/5).
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD), Letjen TNI Mohammad Saleh Mustafa menyoroti pentingnya peran komandan satuan dalam membina disiplin prajurit. Menurutnya, kualitas kepemimpinan akan tercermin dari kondisi dan perilaku anggota di satuan.
Pemerintah terus mempercepat pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan atau Yon TP. Hadirnya Yon TP di seluruh Nusantara diharapkan mampu memperkuat pertahanan wilayah.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan keberadaan satuan baru yaitu Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) berikan kontribusi besar untuk pemerintah daerah (Pemda).