Presiden Rusia Valdimir Putin telah menyampaikan sebuah pidato di televisi nasional dan mengatakan bahwa situasi Rusia kini sedang siap siaga dalam menghadapi pengkhianatan dan pemberontakan bersenjata.
Ukraina dilaporkan telah meluncurkan rudal ke beberapa jembatan yang menghubungkan Semenanjung Krimea pada beberapa waktu lalu. Tindakan itu disebut menyebabkan salah satu jalur utama penghubung daratan Ukraina dengan wilayah yang diduduki Rusia terputus.
Badan intelijen Kanada mengatakan bahwa peretas pro-Rusia telah berusaha untuk melakukan sabotase terhadap jaringan teknologi yang berkaitan dengan industri minyak dan gas alam Kanada. Tindakan itu disebut bertujuan untuk mengganggu stabilitas keamanan global.
Parlemen Duma Rusia telah menyetujui Rancangan Undang-undang (RUU) yang akan memberikan amnesti atau pengampunan kepada narapidana jika secara sukarela bergabung dengan pasukan Rusia di medan tempur. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan jumlah pasukan yang terus berkurang melawan Ukraina.
Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar mengungkap, Ukraina telah berhasil memukul mundur pasukan Rusia dari delapan desa dalam serangan balasan yang dilakukan selama dua minggu terakhir. Ia pun menegaskan, gelombang perlawanan berskala besar dari pasukan Ukraina akan terjadi dalam waktu dekat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan bahwa pengerahan senjata nuklir taktis Rusia di Belarus merupakan sebuah ancaman nyata. Menurutnya, keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin itu tidak bertanggung jawab.
Rusia dilaporkan telah menolak bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bagi masyarakat sipil yang terdampak banjir dari bendungan Kakhovka di daerah yang berada di bawah kontrol pasukan Rusia.
Ukraina mengklaim bahwa pihaknya telah memukul mundur pasukan Rusia dari delapan wilayah yang dalam serangan balasan yang berlangsung selama dua minggu terakhir. Desa terbaru yang diambil alih itu dilaporkan berada di wilayah selatan Zaporizhzhia.
NATO memutuskan untuk fokus pada perlindungan jaringan pipa dan kabel bawah laut setelah insiden serangan terhadap pipa gas Nord Stream tahun lalu. NATO juga khawatir atas keamanan bawah laut itu di tengah konflik Rusia-Ukraina yang terus bergejolak.