Presiden AS: Penyebaran Senjata Nuklir Rusia Merupakan Ancaman Nyata

Jakarta, IDM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan bahwa pengerahan senjata nuklir taktis Rusia di Belarus merupakan sebuah ancaman nyata. Menurutnya, keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin itu tidak bertanggung jawab.
Dilansir dari Reuters, Selasa (20/6), Biden menilai penyebaran senjata nuklir Rusia di negara tetangganya itu telah menimbulkan kekhawatiran global bahwa suatu saat senjata itu benar-benar digunakan.
Baca Juga: PBB: Rusia Telah Halangi Bantuan untuk Korban Banjir Bendungan Kakhovka
"Pengerahan senjata nuklir taktis ke Belarus sama sekali tidak bertanggung jawab. Saya khawatir Putin menggunakan senjata nuklir taktis tersebut. (Ancaman) itu nyata," kata Biden.
Sebelumnya, sekutu NATO juga mengecam tindakan Rusia yang melanggar kesepakatan nonproliferasi nuklir sekaligus membahayakan keamanan global.
Sementara, Putin menyebut alasan dari penyebaran senjata nuklir di Belarus yaitu sebagai bentuk peringatan terhadap barat akan kekuatan yang dimiliki Rusia.
Baca Juga: Menlu AS Bertemu Presiden Cina, Sepakat Stabilisasi Hubungan Antarnegara
“Ini dimaksudkan sebagai unsur pencegahan agar semua pihak yang berpikir untuk mencoba membuat rencana mengalahkan kita, tidak abai dengan pengerahan (senjata nuklir) ini,” kata Putin beberapa waktu lalu.
Langkah itu disebut juga sebagai wujud hubungan yang semakin erat dengan Belarusia sekaligus menjadi yang pertama kali Rusia menyimpan senjata nuklir di negara lain sejak 1990-an. Namun, semua senjata nuklir itu akan tetap berada di bawah kendali Rusia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































