INTERNASIONAL

Waspada Ancaman Rusia, NATO akan Bentuk Pusat Kontrol Keamanan Bawah Laut

Sekjen NATO di Brussels, Belgia
Sekjen NATO di Brussels, Belgia. (Foto: Dok. NATO)

Jakarta, IDM - NATO memutuskan untuk fokus pada perlindungan jaringan pipa dan kabel bawah laut setelah insiden serangan terhadap pipa gas Nord Stream tahun lalu. NATO juga khawatir atas keamanan bawah laut itu di tengah konflik Rusia-Ukraina yang terus bergejolak.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin (19/6) Sekretaris Jenderal NATO mengatakan bahwa para delegasi negara anggota telah menyetujui rencana membangun pusat kontrol bawah laut saat pertemuan di Brussels pada beberapa waktu lalu.

"Para menteri pertahanan anggota menyetujui rencana NATO membangun pusat maritim untuk keamanan infrastruktur bawah laut yang kritis," kata Stoltenberg.

Baca Juga: Putin: Ukraina Bergantung pada Bantuan Senjata dari Barat

Ia menjelaskan, kendala utamanya yaitu infrastruktur bawah laut NATO tersebar hingga ribuan kilometer dan tidak mungkin dapat awasi semuanya. Sehingga, pusat kontrol ini akan fokus pada area berisiko tinggi, seperti jaringan pipa di perairan dangkal yang mudah dijangkau oleh penyelam.

“Tidak mungkin kita dapat memastikan seluruh ribuan kilometer infrastruktur bawah laut ini diawasi NATO. Tapi kita bisa lebih baik dalam mengumpulkan intelijen dan berbagi informasi tentang pergerakan kapal dan pengawasan maritim,” katanya.

Nantinya, pusat kontrol ini akan berbasis di markas Angkatan Laut NATO di Northwood dan mengawasi Laut Utara, Laut Baltik, Laut Mediterania dan Laut Hitam.

Baca Juga: Mengenal CAATSA, Strategi AS Cegah Pembelian Alutsista dari Rusia

Sementara itu, pesiunan Jenderal bintang tiga Jerman Hans-Werner Wiermann menilai pusat kontrol ini sangat krusial di tengah ancaman yang semakin berkembang khususnya dari Rusia. Berdasarkan informasi intelijen, Rusia disebut miliki rencana untuk menyabotase infrastruktur bawah laut NATO.

“Ancaman sedang berkembang. Kapal-kapal Rusia telah secara aktif memetakan infrastruktur bawah laut kami yang kritis. Ada kekhawatiran bahwa Rusia dapat menargetkan kabel bawah laut dan infrastruktur penting lainnya dalam upaya mengganggu kehidupan Barat,” kata Wiermann. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.