Indonesia sempat berencana membeli pesawat tempur asal Rusia, SU-35 untuk mengganti pesawat tempur F-5 Tiger yang telah grounded pada 2016 lalu. Namun, rencana tersebut urung dilakukan lantaran terkendala dengan bayang-bayang ancaman sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) dari pihak Amerika Serikat (AS).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa keadaan Ukraina saat ini telah kekurangan pasokan senjata untuk digunakan di medan tempur. Menurutnya, Ukraina akan sangat bergantung dengan bantuan senjata militer dari negara-negara barat yang justru memperpanjang konflik.
Konflik bersenjata antara Ukraina dan Rusia dilaporkan menjadi semakin sengit di luar wilayah Bakhmut. Ukraina mengklaim mereka kini beralih fokus untuk memukul mundur pasukan Rusia yang menduduki Kota Mariupol.
Sebuah rekaman drone dari unit brigade ke-92 Ukraina memperlihatkan tentara Rusia yang menyerahkan diri setelah pasukannya tewas terkena drone kamikaze Ukraina pada beberapa waktu lalu.
Bendungan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka di Ukraina bagian selatan hancur pada beberapa hari lalu. Perdebatan antara Ukraina dan Rusia pun muncul, mereka saling lempar tuduhan terkait siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Seorang komandan tinggi militer Rusia dilaporkan tewas terkena serangan rudal di Zaporizhzhia, dalam operasi kontra-ofensif atau serangan balik Ukraina terhadap Rusia. Hal ini diungkapkan oleh perjabat dan koresponsen perang pro Kremlin beberapa waktu lalu.
Amerika Serikat (AS) mengaku khawatir Korea Utara (Korut) akan memasok senjata tambahan untuk Rusia. Kekhawatiran itu muncul setelah Presiden Kim Jong Un berjanji untuk meningkatkan kerja sama strategis dengan Presiden Vladimir Putin.
Kapal perang Angkatan Laut Rusia, Admiral Nakhimov, disebut sedang bersiap untuk diluncurkan ulang. Kapal paling mematikan Moskow era Perang Dingin ini sedang dimodernisasi yang akan mencakup senjata hipersonik Zircon.
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sebuah think tank asal Swedia, merilis penelitian bahwa Cina telah meningkatkan kuantitas persenjataan nuklirnya sebanyak 60 hulu ledak selama satu tahun terakhir. Hal itu menunjukkan, Cina setidaknya memiliki 410 unit hulu ledak nuklir hingga awal tahun 2023.