Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak sekutu untuk segera menanggapi pengerahan 8.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia, yang menurutnya berpotensi menjadi perang ''melampaui batas negara".
Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-19, di tengah beredarnya laporan terkait pengerahan pasukan ke Rusia.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa ribuan pasukan Korea Utara (Korut) sedang bergerak mendekati Ukraina, menggunakan seragam dan peralatan Rusia.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa pengerahan pasukan Korut di Rusia menimbulkan ancaman keamanan bagi negaranya dan masyarakat global.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) telah dikerahkan ke Rusia dan tengah beroperasi di wilayah perbatasan Kursk. Hal itu ia ungkapkan usai bertemu dengan pejabat pertahanan Korea Selatan (Korsel) pada hari beberapa waktu lalu.
Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (Defense Intelligence of Ukraine/DIU) mengatakan bahwa unit militer dari Korea Utara (Korut) telah memasuki zona pertempuran membantu Rusia.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa pihaknya dapat mempertimbangkan untuk memasok senjata ke Ukraina, tergantung pada sejauh mana kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara (Korut).
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa Korea Utara (Korut) telah mengirim pasukan militer ke Rusia, tetapi belum dapat memastikan tujuan pengerahan tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) tengah melatih sekitar 10.000 tentara untuk membantu Rusia dalam menghadapi Ukraina di medan tempur.
Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tawanan perang untuk kesekian kalinya dengan total 190 orang, setelah negosiasi yang dimediasi oleh Uni Emirat Arab.