
NATO Kecam Pengerahan Pasukan Korut ke Rusia
Organisasi Pakta Pertahanan NATO Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mengecam Rusia dan Korea Utara (Korut) karena memperluas perang di Ukraina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Organisasi Pakta Pertahanan NATO Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mengecam Rusia dan Korea Utara (Korut) karena memperluas perang di Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang dikerahkan ke wilayah Kursk, Rusia, telah bertempur melawan pasukan Kyiv di medan perang.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Ukraina harus tetap netral agar ada peluang untuk perdamaian. Sebab, jika Ukraina tidak netral, maka dikhawatirkan dimanfaatkan menjadi alat bagi negara ketiga untuk mencapai kepentingan tertentu.

Amerika Serikat (AS) sedang mengirim bantuan militer tambahan ke Ukraina sebesar $425 juta, di tengah kekhawatiran atas pengerahan lebih dari 10.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa lebih dari 10.000 tentara Korea Utara (Korut) telah berada di Rusia, yang diyakini akan ikut melawan Ukraina di medan tempur.

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata menegaskan latihan militer bersama perdana dengan Angkatan Laut Rusia menunjukkan sikap netralitas politik Indonesia di kawasan.

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov menekankan latihan bersama (latma) Orruda 2024 yang digelar di Indonesia, bukan sebagai ajang 'perlawanan' terhadap kekuatan negara besar di kawasan.

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan TNI AL menginginkan latihan bersama (latma) dengan Angkatan Laut Rusia dapat menjadi agenda rutin.

Sebanyak 3 kapal perang jenis korvet milik Angkatan Laut Rusia singgah di Surabaya, Minggu (3/11) untuk mengikuti latihan bersama perdana dengan TNI AL, yakni 'Orruda'.

Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan sekitar 6.987 drone tempur ke berbagai wilayahnya sejak awal tahun 2024, termasuk lebih dari 2.000 drone tempur yang ditembakkan pada bulan lalu.