Amerika Serikat (AS) sedang mengirim bantuan militer tambahan ke Ukraina sebesar $425 juta, di tengah kekhawatiran atas pengerahan lebih dari 10.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa lebih dari 10.000 tentara Korea Utara (Korut) telah berada di Rusia, yang diyakini akan ikut melawan Ukraina di medan tempur.
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata menegaskan latihan militer bersama perdana dengan Angkatan Laut Rusia menunjukkan sikap netralitas politik Indonesia di kawasan.
Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov menekankan latihan bersama (latma) Orruda 2024 yang digelar di Indonesia, bukan sebagai ajang 'perlawanan' terhadap kekuatan negara besar di kawasan.
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkapkan TNI AL menginginkan latihan bersama (latma) dengan Angkatan Laut Rusia dapat menjadi agenda rutin.
Sebanyak 3 kapal perang jenis korvet milik Angkatan Laut Rusia singgah di Surabaya, Minggu (3/11) untuk mengikuti latihan bersama perdana dengan TNI AL, yakni 'Orruda'.
Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan sekitar 6.987 drone tempur ke berbagai wilayahnya sejak awal tahun 2024, termasuk lebih dari 2.000 drone tempur yang ditembakkan pada bulan lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak sekutu untuk segera menanggapi pengerahan 8.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia, yang menurutnya berpotensi menjadi perang ''melampaui batas negara".
Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-19, di tengah beredarnya laporan terkait pengerahan pasukan ke Rusia.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa ribuan pasukan Korea Utara (Korut) sedang bergerak mendekati Ukraina, menggunakan seragam dan peralatan Rusia.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa pengerahan pasukan Korut di Rusia menimbulkan ancaman keamanan bagi negaranya dan masyarakat global.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) telah dikerahkan ke Rusia dan tengah beroperasi di wilayah perbatasan Kursk. Hal itu ia ungkapkan usai bertemu dengan pejabat pertahanan Korea Selatan (Korsel) pada hari beberapa waktu lalu.
Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (Defense Intelligence of Ukraine/DIU) mengatakan bahwa unit militer dari Korea Utara (Korut) telah memasuki zona pertempuran membantu Rusia.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa pihaknya dapat mempertimbangkan untuk memasok senjata ke Ukraina, tergantung pada sejauh mana kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara (Korut).
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa Korea Utara (Korut) telah mengirim pasukan militer ke Rusia, tetapi belum dapat memastikan tujuan pengerahan tersebut.