Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8), untuk memastikan penanganan bencana gempa bumi berjalan efektif dan distribusi bantuan tepat sasaran. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI,…
Bantuan TNI Angkatan Darat untuk musibah gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalir. Kali ini, keluarga besar Brigif 6/TSB/2 Kostrad yang bermarkas di Sukoharjo, Jawa Tengah mengirimkan bantuan paket logistik lengkap.
Penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan pentingnya ketahanan nasional dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman nonmiliter.
TNI AL mengerahkan tiga kapal perang untuk mempercepat penanganan darurat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Armada militer ini mengangkut total 200 ton logistik, 15 truk bantuan, mobil ambulans, hingga mengoperasikan kapal rumah sakit terapung untuk merawat ribuan warga terdampak rentetan gempa susulan.
Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Korps Marinir menembus jalur darat yang rusak demi mengantar logistik bagi korban gempa di Dusun Wahima, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8).
TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan helikopter Caracal untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah dengan akses transportasi yang terbatas.
TNI berupaya agar seluruh titik-titik yang menjadi lokasi gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjangkau bantuan. Diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.7 mengguncang NTT, berpusat di Nagekeo, Laut Flores, Sabtu (15/8), yang kemudian diikuti gempa susulan.
Tim Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau) bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melaksanakan pemotretan udara
TNI AL menyalurkan belasan ton logistik untuk warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui jalur laut dan udara, Jumat (21/8). Kapal perang KRI Bung Hatta-370 merapat di dermaga membawa 13,4 ton muatan pangan, sementara helikopter Bell-412 diterbangkan langsung menjangkau warga di wilayah terisolasi.