
Artileri Israel Hantam Markas Pasukan Perdamaian di Lebanon, Satu Personel TNI Gugur
Artileri Israel menghantam markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Artileri Israel menghantam markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.

Pemerintah Indonesia akan memastikan repatriasi segera prajurit TNI yang gugur akibat serangan artileri tidak langsung Israel menghantam markas Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL, dekat Adchit Al Qusayr, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.

Serangan terbaru Israel terhadap Lebanon telah menewaskan tiga orang dan melukai 99 lainnya. Dengan demikian, total korban tewas menjadi 1.029 orang sejak 2 Maret lalu.

Serangan Israel yang terus berkecamuk di Lebanon menyebabkan kerusakan di beberapa titik dan menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Pemerintah Republik Indonesia mengecam serangan Israel di Lebanon selatan, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006).

Kapten Ckm drh Muhammad Abdul Latief Zain, M. Biotech punya kisah istimewa menjadi dokter hewan di TNI. Ia terpilih dan lolos seleksi menjadi seorang dokter hewan yang mengabdi sebagai UN Peacekeeper di Lebanon.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 beserta Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL TA. 2024/2025 telah rampung mengemban misi perdamaian di Laut Mediterania dan sekitar perairan Lebanon.

Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL TA. 2024/2025 menerima penghargaan Satyalencana Santi Dharma setelah mengemban misi perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P Unifil kembali ke Tanah Air. Di balik suksesnya misi perdamaian di Lebanon, terselip cerita ketegangan saat KRI Sultan Iskandar Muda-367 mendeteksi rentetan pelanggaran wilayah yang dilakukan militer Israel.

Misi perdamaian di Lebanon bukan tugas main-main. Nyawa jadi taruhannya. Hal ini dirasakan betul oleh para prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVII Unifil saat terjebak di tengah kecamuk perang udara antara Iran dan Israel.