
Tragedi Pasukan Garuda di Lebanon, DPR Desak Investigasi PBB dan Evaluasi Total Misi UNIFIL
Tragedi Pasukan Garuda di Lebanon, DPR Desak Investigasi PBB dan Evaluasi Total Misi UNIFIL
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Tragedi Pasukan Garuda di Lebanon, DPR Desak Investigasi PBB dan Evaluasi Total Misi UNIFIL

Eskalasi di perbatasan utara Israel dan Lebanon kembali menelan korban dari Indonesia. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Israel Defense Forces (IDF) dan Hezbollah. Duka ini bukan hanya milik keluarga besar TNI, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Pemerintah Republik Indonesia, melalui Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Umar Hadi menuntut dilakukannya penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia gugur di Lebanon.

Markas Besar TNI menyatakan, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur lagi.

Kementerian Pertahanan RI menyampaikan, dua personel TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau pasukan perdamaian, gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi meledak di sekitar Bani Hayyan, Sektor Timur, Lebanon Selatan, Senin (30/3) waktu setempat.

Markas Besar TNI merilis empat prajurit yang menjadi korban ledakan artileri ke markas pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3) petang waktu setempat.

Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Teheran di Jakarta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas menjadi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

Insiden tewasnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon memantik kecaman keras dari parlemen.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras konflik antara Israel dan Hizbullah yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon atau UNIFIL pada Minggu (29/3).