PT PAL Indonesia meneken kerja sama dengan galangan kapal asal Prancis, Naval Group, untuk menggarap perawatan dan perbaikan kapal selam atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Kolaborasi ini digeber demi mendongkrak penguasaan teknologi pertahanan bawah air domestik.
Pabrikan pertahanan asal Prancis, Naval Group, menerapkan standar pengujian tanpa cacat (zero-defect) pada sistem tempur kapal selam Scorpene Evolved pesanan pemerintah Indonesia. Seluruh perangkat komputasi wajib lolos uji fungsi total di fasilitas pabrik sebelum dikirim untuk digunakan TNI AL.
Pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved pesanan TNI Angkatan Laut terus memperbarui standar teknologinya. Pabrikan asal Prancis menyematkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam pusat kendali bawah air untuk membantu awak kapal memproses data pertempuran secara instan.
Proyek pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI AL terus berjalan di galangan kapal dalam dan luar negeri. Industri pertahanan asal Prancis memastikan penggarapan sistem kendali tempur utama saat ini masih berada dalam koridor penyesuaian spesifikasi.
Pilihan jenis senjata untuk dua unit kapal selam Scorpene Evolved milik TNI AL memicu sorotan. Produsen pertahanan asal Prancis, MBDA, menyodorkan rudal antikapal Exocet SM39 Block 2 Mod 2 ketimbang varian SM40 yang punya daya jelajah lebih jauh hingga 120 kilometer.
Marapi Consulting & Advisory kembali menggelar diskusi bertajuk Ngobrolin Pertahanan Indonesia (Ngopi) de’Talkshow episode ke-4 dengan fokus pada masa depan pertahanan Indonesia, khususnya peningkatan kemampuan kapal selam sebagai tulang punggung matra laut, Selasa (6/10).
Galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia, bersama perusahaan asal Prancis, Naval Group, sedang membangun dua unit kapal selam Scorpene Evolved untuk TNI Angkatan Laut. Pembangunan dilakukan di galangan PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.
Satuan Kapal Selam Koarmada II menggelar pertemuan khusus bersama Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (16/9). Forum bertajuk Submarine Staff Talks yang berlangsung hingga Jumat (18/9) ini berfokus membahas taktik operasi dan prosedur keselamatan kapal selam di kawasan.
TNI AL dan Angkatan Laut Jerman (German Navy) sepakat memperkuat kapabilitas serta kerja sama pertahanan wilayah bawah air. Kesepakatan strategis ini mencakup pengoperasian kapal selam konvensional maupun tanpa awak, penanganan ranjau laut, hingga pengamanan jaringan kabel dan pipa bawah laut.