
Filipina Sebut Cina Telah Reklamasi 3.000 hektar di Laut Cina Selatan
Juru bicara Angkatan Laut Filipina mengatakan bahwa Cina telah mereklamasi sekitar 3.000 hektar di Laut Cina Selatan dan aktif berpatroli di sekitar wilayah tersebut.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Juru bicara Angkatan Laut Filipina mengatakan bahwa Cina telah mereklamasi sekitar 3.000 hektar di Laut Cina Selatan dan aktif berpatroli di sekitar wilayah tersebut.

Filipina dan Jepang menggelar latihan maritim gabungan untuk pertama kalinya pertama di Laut Cina Selatan, di tengah ketegangan yang meningkat dengan Cina.

Tiongkok akan selalu mendukung perdamaian dan stabilitas keamanan dunia, serta tidak memiliki gen maupun niat untuk mengagresi negara lain. Cina juga sangat memahami bahwa perang hanya menghasilkan penderitaan dan kehancuran.

Filipina meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 256,1 miliar peso ($4,38 miliar) atau sekitar 4,0% dari total anggaran untuk tahun 2025.

Rusia dan Cina menggelar patroli gabungan yang melibatkan pesawat Tu-95MS Angkatan Udara Rusia dan H-6K Angkatan Udara Cina di bagian utara Samudra Pasifik dan Laut Bering dekat pantai Alaska.

Ratusan personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengikuti pelatihan literasi digital yang digelar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkerja sama dengan perusahaan teknologi komunikasi swasta asal China di Gedung Pramanasala, Sekolah Komando Kesatuan TNI AU (SEKKAU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/07).

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menegaskan tidak akan menyerah perjuangkan kedaulatan dalam kasus sengketa wilayah di Laut Cina Selatan, di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Cina.

Filipina dan Cina telah mencapai kesepakatan yang diharapkan dapat menyelesaikan ketegangan antara keduanya di Laut Cina Selatan.

Cina dan Rusia memulai latihan militer gabungan bertajuk 'Maritime Interaction 2024' di sekitar wilayah Zhanjiang, yang terletak di Provinsi Guangdong, Cina selatan sampai 17 Juli mendatang.

Delegasi TNI AL berkesempatan menjadi pembicara dalam simposium Western Pacific Naval yang membahas operasi bantuan kemanusiaan dan bencana alam. Kegiatan ini berlangsung dari 9-11 Juli di Guangzhou, Cina.