Presiden Filipina Tegaskan Tak Akan Mundur Perjuangkan Kedaulatan di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menegaskan tidak akan menyerah perjuangkan kedaulatan dalam kasus sengketa wilayah di Laut Cina Selatan, di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Cina.
Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan dan rutin berpatroli di perairan tersebut, termasuk di sekitar Second Thomas Shoal, titik di mana kapal penjaga pantai Cina dengan Filipina seringkali konfrontasi.
Baca Juga: Serangan Berlanjut, Israel Tembak Jatuh Rudal Houthi
Dilansir dari CNA, Senin (22/7), tanpa menyebut nama Cina, Marcos mengatakan Filipina akan terus "menemukan cara untuk meredakan ketegangan di wilayah yang diperebutkan… tanpa mengorbankan posisi dan prinsip-prinsip kami".
“Filipina tidak boleh menyerah. Filipina tidak boleh goyah,” tegasnya saat pidato kenegaraan di hadapan Kongres.
Baca Juga: Dituduh Israel Dukung Hamas, Turki: Propaganda Kotor
Pernyataan Marcos muncul setelah Filipina dan Cina menyetujui 'aturan sementara' yang diharapkan dapat menyelesaikan ketegangan antara keduanya di Laut Cina Selatan.
"Kami terus memperkuat postur pertahanan kami baik melalui pengembangan kemandirian dan melalui kemitraan dengan negara-negara yang berpikiran sama. Laut Filipina Barat adalah milik kami," imbuh Marcos, yang menyebut Laut Cina Selatan sebagai Laut Filipina Barat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































