Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa perundingan perdamaian dengan Rusia saat ini dihentikan sementara karena konflik yang tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.
Operasi militer skala besar Amerika Serikat (AS) ke Iran melibatkan lebih dari 50.000 tentara, 200 pesawat tempur, dan dua kapal induk. Tujuannya untuk menghilangkan ancaman dari Iran.
Pemerintah Iran menegaskan pihaknya selalu menjaga perdamaian melalui jalur diplomasi. Namun, serangan Amerika Serikat (AS) di tengah proses negosiasi menunjukan bahwa Presiden AS Donald Trump menyalahgunakan niat baik Iran tersebut.
Harga minyak dunia naik tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2). Harga minyak naik dan stok merosot karena serangan tersebut menganggu rantai pasok global.
Iran menegaskan bahwa perang yang tengah berkecamuk usai serangan gabungan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya terkait militer. Iran juga memerangi disinformasi yang disebarluaskan oleh kedua pihak tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam setelah Iran mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, akibat serangan udara yang dituding dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menilai serangan terbaru di kawasan Timur Tengah sebagai perkembangan serius yang berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung di tingkat regional maupun internasional.
Dalam rangka memperingati 84 tahun Pertempuran Selat Sunda, perwakilan Amerika Serikat (AS) bersama Angkatan Laut Australia dan Indonesia melakukan upacara dan tabur bunga di perairan tersebut pada beberapa waktu lalu.
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Ia menekankan, diplomasi tetap menjadi pilihan utama tapi tidak mengesampingkan opsi lain termasuk kekuatan militer.