Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pihaknya kembali berdiskusi dengan Qatar mengenai proposal Iran terkait Hormuz. Ia menuturkan, proposal itu akan disampaikan Qatar kepada Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa jalur diplomatik untuk menyelesaikan perang akan tetapi terbuka. Namun, Iran siap untuk hadapi agresi lainnya dan berperang skala besar dengan Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Menlu Oman, Badr Albusaidi mendiskusikan kerangka kerja untuk membuka jalur transit sementara melintasi Selat Hormuz di tengah konflik terus berlangsung antra Iran dan Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menilai bahwa ancaman sanksi ekonomi paling keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang disebut sebagai 'Economic D-Day', hanyalah pengalihan atas krisis utang negara tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa perundingan antara Iran dan Oman Terkait pengaturan di Selat Hormuz berpotensi segera mencapai kesimpulan
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono beserta delegasi melakukan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Imam Reza Shrine, Mashad pada Jumat (10/7).
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negosiasi untuk mencapai kesepakatan komprehensif tidak akan dimulai jika ancaman dari Amerika Serikat (AS) terus berlanjut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa berakhirnya perang di semua front, termasuk menghentikan serangan Israel di Lebanon, adalah "prasyarat" dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).
Iran meminta agar serangan militer Israel terhadap Lebanon dihentikan. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berkomunikasi dengan Menlu Irak Fuad Hussein, Menlu Mesir Badr Abdelatty, dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan untuk segera menandatangani kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).