Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menilai keputusan Barat yang terus memasok persenjataan ke Ukraina telah menyeret NATO ke dalam konflik tersebut. Keterlibatan NATO ini dapat meningkatkan eskalasi konflik yang tidak terduga.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan melakukan kunjungan selama dua hari ke Mali dalam waktu dekat. Lawatan ini lakukan sebagai cerminan dari kesepakatan bersama untuk memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan.
Ukraina membutuhkan pasokan senjata yang lebih banyak dan pengirimannya harus dilakukan dengan segera. Hal ini disampaikan oleh Presiden Volodymyr Zelensky setelah pasukan Rusia melakukan serangan terus-menerus di wilayah Donetsk.
Perang antara Rusia dan Ukraina memicu banyak perbincangan di media sosial dunia, salah satunya mengenai beberapa senjata canggih yang dimiliki kedua kubu. Terbaru, ada Multiple-Launch Rocket System (MLRS) atau Sistem Roket Peluncur Berganda M142 HIMARS milik Ukraina yang dikirim langsung dari AS.
Jerman telah lama menghadapi tekanan dari negara-negara NATO dan sekutunya untuk mengirim tank tempur Leopard 2 ke Ukraina. Pengiriman tank tempur berteknologi canggih ini diharapkan mampu meningkatkan perlawanan Ukraina terhadap Rusia.
Italia telah mengkonfirmasi siap untuk memasok Ukraina dengan sistem pertahanan udara Samp-T. Rencana ini diputuskan setelah AS dan Ukraina mendesak negara-negara Eropa untuk memasok pertahanan udara untuk menangkal serangan rudal Rusia.
Vyacheslav Volodin, kroni Presiden Rusia, memperingatkan bahwa pasokan senjata Amerika Serikat (AS) dan NATO ke Ukraina akan menyebabkan malapetaka global. Pasokan tersebut membuat Rusia untuk melakukan serangan yang lebih kuat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 33 persen. Rencana ini diputuskan sebagai tanggapan atas serangan Rusia ke Ukraina yang mengguncang Eropa dan menghadapi tantangan global lainnya.
Rusia dan Cina akan menggelar Latma Angkatan Laut dengan Afrika Selatan selama sepuluh hari di Samudra Hindia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus memperkuat hubungan antar negara.
Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan keyakinan penuh atas kemenangan perang di Ukraina. Hal ini berdasarkan penilaiannya terhadap industri militer Rusia sebagai alasan utama ia tidak ragu atas kemenangan tersebut.