Rusia, Cina dan Afrika Selatan akan Gelar Latma Militer

Jakarta, IDM - Rusia dan Cina akan menggelar Latma Angkatan Laut dengan Afrika Selatan selama sepuluh hari di Samudra Hindia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus memperkuat hubungan antar negara.
Dilansir dari AP, Jumat (20/1), Latma Angkatan Laut ini akan digelar di lepas pantai timur kota pelabuhan Durban dan Teluk Richards, Afrika Selatan. Latihan yang dijuluki "Mosi" yang berarti "asap" menurut bahasa lokal Tswana, akan digelar pada 17 hingga 27 Februari 2023.
"Sebagai sarana untuk memperkuat hubungan yang sudah berkembang antara Afrika Selatan, Rusia dan Cina, latihan maritim multinasional antara ketiga negara ini akan dilakukan," ujar Angkatan Laut Afrika Selatan.
Sebanyak 350 personel Afrika Selatan akan berlatih dengan personel Rusia dan Cina dengan tujuan untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan operasional. Latma tahun ini akan menjadi iterasi ke-2 sejak tahun 2019.
Baca: Presiden Rusia Yakin Menang atas Ukraina
Afrika Selatan adalah salah satu dari beberapa negara yang abstain dalam pemungutan suara anggota PBB yang mengutuk invasi Rusia. Amerika Serikat dan Uni Eropa pun telah memperingati Afrika Selatan agar turut memberikan sanksi pada Rusia dan bertindak sebagai pemimpin bagi negara-negara lain di Afrika. Selain itu, pemerintahan Biden memiliki kekhawatiran akan pengaruh Cina yang semakin dominan di benua Afrika melalui proyek infrastruktur yang akan mempermudah jalur perdagangan internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































