
Zelensky Sebut Korut Akan Kirim Pasukan Tambahan untuk Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Korea Utara (Korut) dapat mengirim lebih banyak personel dan peralatan militer untuk membantu Rusia di medan tempur.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Korea Utara (Korut) dapat mengirim lebih banyak personel dan peralatan militer untuk membantu Rusia di medan tempur.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chief of Staff/JCS) mengatakan bahwa negara tetangganya akan mengerahkan pasukan tambahan dan peralatan militer ke Rusia.

TNI AL dan Angkatan Laut Rusia menyepakati perjanjian kerja sama mengenai penyelamatan darurat untuk kecelakaan kapal selam (agreement on cooperation in emergency SAR for submarine accident and crews).

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim telah menyerang target militer di Ukraina dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan di wilayah Rostov, Rusia, menggunakan rudal yang dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (National Intelligence Service/NIS) mengungkapkan bahwa sekitar 100 tentara Korea Utara tewas dalam pertempuran bersama Rusia melawan Ukraina.

Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Andrei Belousov mengatakan bahwa Rusia harus terus meningkatkan kemampuan pertahanan dan bersiap untuk menghadapi aliansi militer NATO pada satu dekade mendatang.

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali bahwa pihaknya bersedia untuk berunding dengan Ukraina. Menurutnya, Rusia telah secara konsisten berupaya menjalin perundingan diplomatik atas konflik tersebut.

Rusia mengatakan bahwa Ukraina telah berulang kali menjatuhkan amunisi fosfor putih terlarang dari drone pada bulan September, tuduhan yang dibantah oleh Ukraina.

Dinas Keamanan Federal Rusia (Federal Security Service/FSB) mengatakan bahwa mereka telah menahan tersangka pembunuhan Letnan Jenderal Igor Kirillov di Moskow.

Dinas Keamanan Ukraina (Security Service of Ukraine) mengaku bertanggung jawab atas tewasnya Letnan Jenderal Angkatan Bersenjata Rusia Igor Kirillov dan menyebutnya sebagai "target yang sah".