Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) mematangkan proyeksi teknologi bawah air masa depan Indonesia. Proyeksi ini berfokus pada analisis kapabilitas Kapal Selam Otonom dan Torpedo (KSOT) yang memanfaatkan integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
Kapal selam merupakan salah satu instrumen strategis paling penting dalam pertahanan maritim modern. Namun, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, pembangunan kapal selam tidak hanya berbicara mengenai penambahan alutsista, melainkan juga tentang penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kemandirian industri pertahanan nasional.
PT PAL Indonesia membuka akses bagi media nasional untuk menyaksikan langsung progres pembangunan Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia (SRI) di galangan Surabaya, Kamis (2/7).
PT PAL Indonesia meluncurkan Future Landing Dock (LD)-603 di Surabaya. Kapal perang jenis pengangkut pendarat ini merupakan unit pertama dari dua kapal pesanan Angkatan Laut Filipina.
Pembangunan kapal Fregat Merah Putih (FMP) unit pertama ditargetkan selesai pada September 2026 untuk diserahterimakan kepada TNI dan TNI Angkatan Laut.
Filipina memesan dua kapal perang bertipe landing platform dock (LPD) ke PT PAL Indonesia. Saat ini, proses pembangunan unit pertama LPD dengan panjang 124 meter tersebut sedang dikerjakan di galangan PT PAL, Surabaya, Jawa Timur.
PT PAL Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai industri pertahanan maritim berkelas internasional dengan mempersiapkan peluncuran kapal Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter pada akhir Juni 2026. Kapal tersebut merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua kapal Landing Dock generasi lanjutan untuk Philippine Navy yang diproduksi sepenuhnya di galangan PT PAL di Surabaya.
Industri pertahanan dalam negeri, PT PAL Indonesia, sukses melaksanakan perbaikan dan perawatan kapal pendarat milik Philippine Navy atau Angkatan Laut Filipina, BRP Tarlac (LD-601).
Proyek kapal selam canggih Scorpene Evolved untuk TNI AL memasuki babak baru. PT PAL Indonesia dan galangan kapal asal Prancis, Naval Group, resmi memulai tahapan pra-produksi.
TNI AL terus mematangkan strategi menghadapi era perang modern yang kian kompleks. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan, mengingatkan jajarannya untuk selalu waspada terhadap perubahan situasi dunia yang sangat cepat.