
Kapal Selam Nirawak KSOT-008 Buatan PT PAL Akan Uji Tembak di Koarmada II
Kapal selam otonom buatan PT PAL Indonesia akan melaksanakan uji tembak. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, uji tembak itu akan dilaksanakan pekan depan.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kapal selam otonom buatan PT PAL Indonesia akan melaksanakan uji tembak. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, uji tembak itu akan dilaksanakan pekan depan.

Kapal selam autonomous dipamerkan dalam puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10) silam.

Presiden RI Prabowo Subianto memilih KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 sebagai panggung Presidential Inspection HUT ke-80 TNI di Teluk Jakarta pada beberapa waktu lalu.

Kapal selam autonomous atau tanpa awak akan ditampilkan dalam puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10).

PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya dalam pembangunan dua unit kapal jenis Landing Dock (LD) pesanan Filipina, yang progresnya berjalan sesuai dengan milestone yang telah disepakati bersama Department of National Defense Philippines.

PT PAL Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung kemandirian pertahanan maritim nasional. Melalui kemampuan pemeliharaan, perbaikan, dan modernisasi kapal perang (maintenance, repair, and overhaul/MRO), perusahaan pelat merah ini memastikan kesiapan tempur armada TNI Angkatan Laut tetap berada di level optimal.

PT PAL Indonesia resmi memulai produksi dua unit kapal selam Scorpene Evolve hasil kerja sama strategis dengan perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group.

PT PAL Indonesia menandatangani kontrak kerja sama dengan Roketsan, industri pertahanan asal Turki, terkait pengadaan sistem senjata Midlas Vertical Launch System (VLS) untuk kapal Frigate Merah Putih.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, kapal bantu rumah sakit (BRS) milik TNI Angkatan Laut produksi PT PAL Indonesia, terlibat dalam proses evakuasi sembilan korban kapal tenggelam KM. Maju Jaya di perairan Pulau Tebing, Kepulauan Riau, Minggu (13/7).

Combat Management System (CMS) yang dikembangkan oleh PT PAL Indonesia rencananya akan dipasang pada kapal perang kelas Fatahillah dan Malahayati, guna meningkatkan kapabilitas tempur korvet tersebut.