
PT PAL Indonesia Gandeng Aselsan Perkuat Sistem Persenjataan Proyek Kapal Perang
Saat ini, industri pertahanan (indhan) Indonesia dengan Turki semakin intensif melakukan kerja sama.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Saat ini, industri pertahanan (indhan) Indonesia dengan Turki semakin intensif melakukan kerja sama.

Salah satu BUMN industri pertahanan, PT PAL Indonesia, akan memamerkan produk-produk unggulan mereka pada ajang Indo Defence 2025 Expo & Forum di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6) hingga Sabtu (14/6).

PT PAL Indonesia berhasil mengintegrasikan sistem sensor, weapon and command (Sewaco) di KRI Panah-626. Kapal cepat rudal (KCR) 60 M tersebut berhasil menembakan meriam kaliber 57 mm, 20 mm, dan senjata laras panjang SS-2.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali bersama jajaran dewan komisaris dan direksi holding BUMN industri pertahanan Defend ID melakukan kunjungan kerja ke PT PAL, Surabaya, Kamis (22/5).

Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng menyebut Singapura tertarik bekerja sama dalam pembangunan dan pengembangan platform di sektor energi baru terbarukan (EBT) dan elektrifikasi maritim dengan PT PAL Indonesia.

Kapal perang Angkatan Laut Filipina, BRP Tarlac (LD-601) bersandar di dermaga semenanjung barat milik PT PAL Indonesia pada Kamis (17/4) untuk menjalani proses pemeliharaan dan perbaikan. Kapal ini diketahui telah menjalani tugas operasional selama hampir satu dekade.

Usai menjalani rangkaian pemeliharaan dan perbaikan sejak Desember 2024, KRI Bung Tomo (TOM)-357 bertolak dari pangkalan Belawan menuju Colombo, Sri Lanka untuk mengikuti latihan multilateral AMAN Exercise 2025 yang akan berlangsung pada 7-11 Februari 2025 di Karachi, Pakistan.

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, PT PAL Indonesia berhasil mengamankan kontrak berjalan senilai Rp42,32 triliun pada 2025, meningkat 7,01% dari tahun lalu.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan strategis kepada PT PAL Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan memastikan kesiapan industri menghadapi perubahan yang dinamis.

PT PAL Indonesia mendukung pemerintah meratakan akses listrik untuk rakyat, khususnya di wilayah terluar, terdepan, tertinggal (3T). Langkah itu diwujudkan melalui Barge Mounted Power Plant (BMPP) atau pembangkit listrik terapung yang akan disebar di sejumlah titik.