
Terus Tekan Iran, AS Perketat Sanksi Ekonomi
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan bahwa negaranya belum menghentikan serangan ke Iran, di tengah upaya menghancurkan ekonomi Teheran dengan sanksi terbaru.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan bahwa negaranya belum menghentikan serangan ke Iran, di tengah upaya menghancurkan ekonomi Teheran dengan sanksi terbaru.

Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Iran selama sebelas malam berturut-turut. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, konflik dengan Iran telah menelan biaya sekitar $37,5 miliar atau Rp671 triliun.

Dalam rapat kerja bersama 2026, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap adanya tawaran dari Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth agar Indonesia menjadi pusat fasilitas MRO (maintenance, repair, and overhaul) pesawat angkut militer C-130 Hercules untuk kawasan Asia. “Dia (Pete Hegseth) menawarkan dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ‘Bagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?’,” kata Sjafrie.

Pakta pertahanan yang beranggotakan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) atau AUKUS, mengubah skema pengadaan kapal bertenaga nuklir untuk Australia.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melempar sentilan keras kepada negara-negara sekutunya di kawasan Asia. Melansir Reuters, bos Pentagon ini menegaskan, Washington tidak akan lagi menoleransi aksi curang alias numpang gratisan (freeloading) dalam urusan anggaran pertahanan.

Tawaran Menteri Urusan Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth kepada Indonesia untuk menjadi pusat pemeliharaan pesawat C-130 Hercules di kawasan Asia telah memunculkan beragam diskursus, termasuk kekhawatiran bahwa fasilitas tersebut dapat menjadi pangkalan militer.

Ruang publik kita kembali diuji oleh isu strategis yang bergerak lebih cepat daripada fakta resminya. Dalam beberapa hari terakhir, beredar narasi bahwa Indonesia telah memberi blanket overflight clearance kepada militer Amerika Serikat untuk melintasi wilayah udara nasional tanpa pengendalian ketat. Tuduhan pun segera mengeras, bahwa pemerintah disebut memberi “blank cheque”, bahkan seolah menyerahkan sebagian kendali kedaulatan udara kepada negara lain.

Dalam kurun waktu hampir bersamaan, Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan dua pertemuan strategis yang menyedot perhatian dunia. Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara Sjafrie berkunjung ke Pentagon untuk berdialog dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.

Kementerian Pertahanan RI menyatakan masih mengkaji akses melintas pesawat militer Amerika Serikat di wilayah udara Indonesia, setelah pertemuan Menteri Perang AS Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, Washington D.C., AS, Senin (13/4) waktu setempat.

Amerika Serikat dan Indonesia menyepakati sejumlah kerja sama pertahanan baru setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran di Pentagon, Washington D.C., AS, Senin (13/4) waktu setempat.