
Desak Segera Tinggalkan Lebanon, Netanyahu: Israel Tidak Serang UNIFIL
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah bahwa Israel secara sengaja menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah bahwa Israel secara sengaja menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Koarmada II memberikan latihan pratugas kepada 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL untuk bertugas ke daerah misi perdamaian PBB di Lebanon, pada 2025.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kembali melakukan pelanggaran humaniter internasional dengan menerobos masuk markas Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menggunakan tank pada beberapa waktu lalu.

40 negara yang berkontribusi pada pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam serangan Israel yang melukai beberapa prajurit.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) kembali melakukan serangan terhadap markas Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Jumat (11/10), dan melukai dua prajurit asal Sri Lanka.

Markas Besar (Mabes) TNI mengungkapkan kondisi terkini seluruh pasukan TNI yang bertugas di Lebanon bagian selatan, dalam keadaan aman.

Kepala Urusan Politik PBB, Rosemary DiCarlo memperingatkan bahwa situasi di Lebanon sudah sangat mengkhawatirkan dan mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan udara sekaligus menarik pasukan dari wilayah tersebut.

Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melakukan serangan terhadap markas pasukan tersebut, yang menyebabkan dua prajurit terluka pada Kamis

120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL dijadwalkan berangkat ke daerah misi perdamaian PBB di Lebanon, pada Desember 2024.

Kepala Badan PBB Urusan Pengungsi (UN High Commissioner for Refugees/UNHCR) Filippo Grandi mengatakan bahwa serangan Israel di Lebanon telah melanggar hukum humaniter internasional.