Dua Prajurit UNIFIL Terdampak Serangan Israel

Jakarta, IDM – Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) melaporkan bahwa serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menyebabkan dua prajurit terluka pada Kamis (10/10).
“Dua pasukan penjaga perdamaian terluka setelah tank Merkava milik IDF menembakkan senjatanya ke menara observasi di markas UNIFIL di Naqoura, yang langsung mengenai menara tersebut dan menyebabkan mereka terjatuh. Untungnya, kali ini lukanya tidak serius, tetapi mereka masih dirawat di rumah sakit, ” tulis UNIFIL melalui platform X, Kamis (10/10).
Baca Juga: Israel Serang Markas UNIFIL, Dua Prajurit Terluka
Sementara itu, sumber IDM menjelaskan, pada saat IDF menembak, peluru tersebut terkena bagian sisi tower, yang pada akhirnya menyebabkan 2 personel panik, melompat dari atas tower dan cidera.
"Untungnya, kali ini lukanya tidak serius, tetapi mereka masih dirawat di rumah sakit," tambahnya, tanpa menyebutkan asal negara dua prajurit yang terluka tersebut.
Baca Juga: PBB Desak Israel Hentikan Serangan di Lebanon
UNIFIL pun memperingatkan bahwa segala serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.
Sementara, IDF maupun otoritas militer Israel hingga kini belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait serangan tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































