
Presiden Rusia Ratifikasi Perjanjian Pertahanan dengan Korut
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang tentang ratifikasi Perjanjian Kemitraan Komprehensif antara Rusia dan Korea Utara (Korut).
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang tentang ratifikasi Perjanjian Kemitraan Komprehensif antara Rusia dan Korea Utara (Korut).

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk membalas jika Korea Utara (Korut) melakukan serangan nuklir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang dikerahkan ke wilayah Kursk, Rusia, telah bertempur melawan pasukan Kyiv di medan perang.

Amerika Serikat (AS) sedang mengirim bantuan militer tambahan ke Ukraina sebesar $425 juta, di tengah kekhawatiran atas pengerahan lebih dari 10.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia.

Korea Utara (Korut) mengatakan bahwa mereka akan terus membangun "kemampuan membela diri" di tengah ancaman militer akibat berbagai latihan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) di Semenanjung Korea.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak sekutu untuk segera menanggapi pengerahan 8.000 pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia, yang menurutnya berpotensi menjadi perang ''melampaui batas negara".

Korea Utara (Korut) kembali uji coba rudal balistik antarbenua pada Kamis (31/10). Presiden Kim Jong Un menyebutnya sebagai demonstrasi tekad perlawanan Korut terhadap pesaing.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa ribuan pasukan Korea Utara (Korut) sedang bergerak mendekati Ukraina, menggunakan seragam dan peralatan Rusia.

Kementerian Pertahanan Korea Utara (Korut) menuduh Korea Selatan (Korsel) sengaja mengirim drone dan melanggar kedaulatan wilayah untuk tujuan politik.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kerjasama militer negaranya dengan Korea Utara (Korut) adalah “urusan kami.” Hal itu ia lontarkan menanggapi pertanyaan mengenai pengerahan pasukan Pyongyang untuk membantu Rusia melawan Ukraina.