Jakarta, IDM โ Kementerian Pertahanan Korea Utara (Korut) menuduh Korea Selatan (Korsel) sengaja mengirim drone dan melanggar kedaulatan wilayah untuk tujuan politik.
Dilansir dari KCNA, Senin (28/10), Kemhan Korut mengatakan bahwa drone itu diterbangkan dari perbatasan pada malam hari dan menyebarkan propaganda di atas gedung Kemhan dan Kemlu di Pyongyang.
“Data bukti ilmiah dan objektif yang dikonfirmasi mengungkap bahwa penyusupan drone itu bertujuan untuk menyebarkan sampah politik anti-Korut dan bahwa pelaku pelanggaran kedaulatan Korut tidak lain adalah gangster militer boneka Korsel,” katanya, seraya memperingatkan “serangan tanpa ampun” jika kasus seperti itu terulang.
Baca Juga: Iran akan Respons Serangan Israel dengan โTepatโ
KCNA, media resmi Pemerintah Korut itu juga menerbitkan foto-foto yang diklaim sebagai drone militer Korsel yang jatuh di wilayah kedaulatan Korut.
Ketegangan antara kedua Korea meningkat sejak Korut menerbangkan balon pembawa sampah ke Korsel pada akhir Mei lalu. Hal itu mendorong Korsel untuk memulai kembali siaran propaganda melalui pengeras suara di perbatasan. (bp)