Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan sekitar 15.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran di wilayah Kursk selama lima bulan terakhir, yang juga dibantu bertempur oleh pasukan Korea Utara (Korut).
Korea Utara (Korut) mengklaim sukses uji coba rudal balistik jarak menengah baru yang dilengkapi hulu ledak hipersonik, yang disebut sebagai sistem senjata andal untuk menghadapi "setiap pesaing di kawasan".
Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal hipersonik ke Laut Timur pada Senin (6/1) siang waktu setempat. Peluncuran ini menjadi yang pertama kalinya di tahun 2025, dan menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Rusia dan Korea Utara (Korut) mengalami kerugian besar dalam pertempuran di wilayah Kursk Selatan, Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) menderita kerugian yang signifikan dan tidak dilindungi oleh pasukan Rusia saat di medan tempur.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Korea Utara (Korut) dapat mengirim lebih banyak personel dan peralatan militer untuk membantu Rusia di medan tempur.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chief of Staff/JCS) mengatakan bahwa negara tetangganya akan mengerahkan pasukan tambahan dan peralatan militer ke Rusia.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menegaskan kembali bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang bertempur melawan Ukraina adalah "target yang sah".
Korea Utara (Korut) kecam latihan militer gabungan terbaru Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang, dengan peringatan bahwa mereka akan bertindak segera untuk mempertahankan diri.
Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS), dan Jepang membentuk sekretariat untuk kerja sama trilateral sekaligus mengecam pengerahan pasukan Korea Utara (Korut) ke Rusia.