Presiden Rusia Ratifikasi Perjanjian Pertahanan dengan Korut

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang tentang ratifikasi Perjanjian Kemitraan Komprehensif antara Rusia dan Korea Utara (Korut).
Perjanjian itu disepakati dua kedua pihak saat Putin mengunjungi Pyongyang pada 19 Juni lalu, yang menetapkan bantuan timbal balik jika terjadi agresi terhadap salah satu pihak, maupun bantuan lainnya yang akan diberikan sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB.
Baca Juga: Korsel-AS Siap Serang Balik jika Korut Luncurkan Nuklir
Dilansir dari Tass, Senin (11/11), undang-undang itu mencatat bahwa perjanjiannya "secara eksklusif bersifat damai dan defensif, tidak ditujukan terhadap negara ketiga dan tidak mengancam perdamaian dan stabilitas."
Perjanjian ini pun semakin memperkuat hubungan antara Rusia dan Korut, dengan kemitraan komprehensif yang didasarkan pada rasa saling menghormati kedaulatan negara dan integritas teritorial, kesetaraan, serta tidak mencampuri urusan dalam negeri.
Para pihak juga sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang ketahanan pangan dan energi, teknologi informasi dan komunikasi, serta perawatan kesehatan. Potensi peningkatan kerja sama juga termasuk perdagangan, ekonomi, investasi, serta sains dan teknologi.
Baca Juga: NATO Kecam Pengerahan Pasukan Korut ke Rusia
"Perjanjian ini akan mulai berlaku pada tanggal pertukaran instrumen ratifikasi dan akan memiliki jangka waktu yang tidak terbatas," katanya.
Perjanjian ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya dalam konteks perang Rusia-Ukraina. Korut diyakini Barat telah mengerahkan sedikitnya 10.000 pasukan ke Rusia, yang memicu kekhawatiran atas meluasnya perang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































