Pelaksana Tugas Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan bersedia untuk melakukan pertukaran sandera dengan Israel hingga agresi di Gaza berakhir. Hal ini disampaikan di tengah upaya perundingan gencatan senjata.
Lebanon dan Hizbullah telah menyetujui rencana gencatan senjata dengan Israel yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS). Hal itu merupakan upaya paling signifikan untuk mengakhiri konflik.
Iran menegaskan komitmen dukungan tak tergoyahkan untuk Lebanon di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah yang telah menewaskan lebih dari 3000 orang.
Angkatan Udara Israel (Israel Air Force/IAF) mengkatakan telah meluncurkan lebih dari 110 serangan ke 'target teroris' di Lebanon dan Gaza dalam satu hari pada Rabu (6/11).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Yoav Gallant pada Selasa (5/11) malam waktu setempat. Sementara, Amerika Serikat (AS) mengatakan akan terus bekerja sama dengan menhan yang baru.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mendesak Israel untuk secara substansial meningkatkan bantuan kemanusiaan di Gaza, yang terpuruk akibat perang sejak tahun lalu.
Israel membantah telah menyerang sebuah klinik di Jalur Gaza bagian utara, yang dijadikan sebagai tempat para petugas kesehatan melakukan vaksinasi polio bagi anak-anak Palestina.
Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan bahwa undang-undang Israel yang melarang badan tersebut beroperasi dapat menimbulkan lebih banyak korban jiwa di Gaza maupun Tepi Barat.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan Israel dan Amerika Serikat (AS) pihaknya akan memberi "respons yang menghancurkan" atas kekerasan terhadap Iran dan sekutunya.
Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini mengatakan bahwa Israel telah menghancurkan kantor badan tersebut yang terletak di Tepi Barat menggunakan buldoser hingga tidak dapat digunakan kembali.
Pemimpin baru Hizbullah, Naim Qassem, mengatakan bahwa pihaknya akan terus bertempur melawan Israel hingga ditawarkan proposal gencatan senjata yang dianggapnya dapat diterima.
Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran bahwa akan ada 'konsekuensi berat' jika mereka melakukan tindakan agresif lainnya terhadap Israel maupun personel AS di Timur Tengah.