Ketegangan di Timur Tengah meningkat akibat serangkaian serangan terhadap para pemimpin Hamas, sekaligus menambah daftar panjang pembunuhan yang dikaitkan dengan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengatakan siap untuk segera melaksanakan perintah pemimpin tertinggi Ali Khamenei untuk menghukum Israel atas pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang Angkatan Laut tambahan ke Timur Tengah, usai ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.
Pemerintah Iran tidak berniat untuk memperburuk ketegangan regional khususnya di Timur Tengah tetapi Israel harus dihukum untuk mencegah ketidakstabilan lebih lanjut.
Pakar Hubungan Internasional mengatakan bahwa kelompok Hamas tidak akan hancur setelah kematian kepala politik Ismail Haniyeh akibat serangan udara Israel saat mengunjungi Iran pada beberapa waktu lalu.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah untuk membalas dendam kepada Israel atas pembunuhan kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh di Tehran pada beberapa waktu lalu.
Iran mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk mengecam dan meminta pertanggungjawaban Israel karena telah meluncurkan serangan udara ke wilayah penduduk Beirut, Lebanon, yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 74 lainnya pada Selasa (30/7) malam.
Houthi meluncurkan sebuah pesawat nirawak atau drone buatan Iran ke Tel Aviv, Israel untuk pertama kalinya dan menyebabkan satu orang tewas serta 10 orang lainnya terluka.
Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dinyatakan tewas dalam kecelakaan helikopter. Usai pencarian sejak kemarin, puing-puing helikopter itu ditemukan di lereng bukit tanpa adanya korban selamat.
Pemerintahan Turki turut membantu dalam mencari keberadaan helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi beserta 9 orang lainnya, yang jatuh pada Minggu (19/5).
Iran menggelar peringatan HUT Angkatan Bersenjata di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (29/4) malam. Dalam kesempatan itu, Atase Pertahanan Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, Kolonel Mohammad Reza Movahhed, mengatakan bahwa kekuatan militer merupakan aspek penting untuk menjamin keamanan suatu negara.
Kapal perusak Angkatan Laut Inggris, HMS Diamond telah menembak jatuh sebuah rudal yang ditembakkan oleh kelompok militan Houthi yang didukung Iran di Yaman pada beberapa waktu lalu.
Iran dan Pakistan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan terhadap Israel karena telah “secara ilegal” menargetkan negara-negara tetangga dan fasilitas diplomatik asing.