Pasukan Israel kembali meluncurkan serangan udara dan artileri di beberapa wilayah di Jalur Gaza pada Sabtu (10/1) pagi waktu setempat. Hal ini merupakan pelanggaran terbaru Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober tahun lalu.
Hamas mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan Israel berisiko mengancam gencatan senjata di Gaza maupun kelanjutan menuju fase kedua kesepakatan damai tersebut.
Pasukan Bersenjata Israel (IDF) menghabisi komandan senior Hamas di Gaza Raed Saad, usai menuduh kelompok militan itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan melukai beberapa pasukan pada beberapa waktu lalu.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa anggota "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian untuk Gaza akan diumumkan pada awal tahun 2026. Mereka akan terdiri dari para pemimpin global.
Hamas menyatakan bahwa gencatan senjata tidak dapat dilanjutkan selama Israel terus melanggar kesepakatan tersebut, yang diklaim telah dilanggar sekitar 738 kali sejak Oktober lalu.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan bahwa Israel enggan untuk terlibat dalam negosiasi guna mengakhiri pendudukan Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) di wilayah Lebanon Selatan.
Pasukan Bersenjata Israel (IDF) mengatakan bahwa pihaknya telah menerima tawanan yang tewas dari Hamas melalui Palang Merah Internasional (ICRC) pada beberapa waktu lalu.
Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL menemukan sisa bahan peledak aktif yang diduga milik militer Israel atau Israel Defense Force (IDF) di wilayah misi pada beberapa waktu lalu.